Rusdy Rukmarata: Penjelajah Ruang Digital demi Berkesenian dan Kolaborasi

Langgas. com – Sudah dua tarikh pandemi Covid-19 berdampak kepada semua lini kehidupan tercatat seni. Pementasan yang mengundang penonton dihentikan, gedung presentasi dan tempat pentas lain mendadak sepi. Namun, kecil tidak boleh mati.

Adaptasi, itulah yang dilakukan di berbagai tempat agar tetap hidup, termasuk seni yang beradaptasi secara menjelajah ruang virtual di dunia internet.

Adalah Rusdy Rukmarata (59), koreografer dan direktur indah EKI (Eksotika Karmawibhangga Indonesia) Dance Company melakukan jelajah itu sejak pertengahan 2020.

Terkait hal itu, Fakultas Film serta Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) mengundang Rusdy menjelma dosen tamu memberikan materi “Surfing along the way of time” atau bagaimana terus-menerus membuat adaptasi mengupas berbagai tantangan termasuk saat pandemi.

“Kolaborasi, bisa jadi kunci yang dibutuhkan seni untuk dapat beradaptasi dalam situasi sesuai apa pun, ” sirih Rusdy dalam keterangannya, Selasa (22/6).

Di awal pandemi, bersama Yola Yulfianti, Rusdy saat menjabat anggota Komite Tari Lembaga Kesenian Jakarta, menggagas maklumat panggung virtual di Youtube dengan nama Indonesia Dance Network (IDN).

Satu diantara programnya adalah Saweran Online, yang bekerja sepadan dengan platform OVO, jadi memungkinkan penonton di mana saja, mengapresiasi karya-karya tari di IDN dengan jalan menyawer.

Lalu bersama dengan sutradara hidup Nia Dinata, penulis ringkasan film Titien Wattimena, musisi Oni Krisnerwinto dan sebesar seniman lainnya, Rusdy merodok film musikal Lutung Kasarung #musikalDiRumahSaja. Program ini diselenggarakan oleh IndonesiaKaya dan Boowlive.

Secara penerimaan jumlah penonton, musikal Lutung Kasarung mencapai lebih daripada 500. 000 viewers di dalam waktu seminggu.

“Hal ini sangat fantastis, karena kalau dipentaskan dalam Gedung Kesenian Jakarta dengan berkapasitas 500 tempat duduk, butuh berapa lama untuk mencapai angka ini, ” kata Rusdy.

Selama 2020, Rusdy juga berkesempatan menggarap dua film musikal lain, yaitu Bujang Tarub dan Calon Arang. Kedua film ini ditayangkan di TVRI. Proyek dengan baru diselesaikan alumnus London Contemporary Dance School, adalah menggarap pertunjukan Milenium Pancasila untuk sekolah Santa Ursula BSD, bertepatan dengan Keadaan Lahir Pancasila 1 Juni.

Pertunjukan itu ditampilkan di kanal youtube SMA St. Ursula & EKI Dance Company. Untuk ke depannya, juga ada penggarapan Konser Musikal ‘Mimpi’ yang diprakarsai oleh Karya Musik Indonesia dan Benih Baik, berkolaborasi dengan MetroTV.

Kolaborasi beserta pentas masih akan langsung digelar dengan berbagai kreasi yang ada. Rusdy Rukmarata, siapa tahu satu di jarang sedikit seniman yang terus berupaya dan tetap memiliki daya untuk berkarya.

EKI Dance Company

Sekitar 25 tahun lalu, sebelum EKI Dance Company terbentuk, pada setiap kali menggelar produksi presentasi, Rusdy dan penari lain dipusingkan urusan jadwal, karena penari yang tergabung dalam produksinya juga sedang terkebat produksi lain. Proses latihan jadi tidak maksimal serta tidak jarang harus invalid karena penari yang terlibat dalam produksi tidak banyak jumlahnya.

Untuk mengatasi hal ini, Rusdy putar otak, tenaga dan dana untuk kemudian merekrut sejumlah remaja yang bisa jadi tidak memiliki kebolehan seni baik. Sepanjang mereka mau dilatih dan kegiatan keras untuk jadi penari, sudah cukup buat Rusdy.

“Saya mengundang sejumlah teman dan teman senior untuk mau oleh karena itu guru mereka, bukan saja kelas teknik menari selalu sastra, etika, bahkan filsafat, ” ujar Rusdy mengenang langkahnya mendirikan EKI Dance Company.

Para-para remaja yang belum mempunyai kemampuan menari dilatih & berproses. Untuk menjadikan itu penari profesional adalah order yang lain lagi. Beberapa di antara remaja yang direkrutnya sempat terlibat kesibukan yang tidak ringan, seolah-olah produk keluarga yang bersepah, pemakai narkoba, hingga kohesi pada seks.

“EKI, menjadi dance company juga bengkel, buat muda yang ingin memperbaiki hidupnya melalui seni. Dengan kegiatan keras dan kolaborasi secara banyak pihak, kami bisa terus ada hingga 25 tahun, ” ujarnya. [sya]