Satgas Covid-19 DPR Cek Prosedur Pencegahan Penularan Corona di Soekarno Hatta

Merdeka. com porakporanda Tim Dasar Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan pengecekan prosedur pencegahan penularan Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta. Pengecekan ini buntut penumpukan penumpang di Bandara Soekarno Hatta beberapa masa lalu.

“Kalau kemarin sudah viral adanya penumpukan penumpang, pada hari ini memang frekuensinya agak sepi tetapi memang aturan Covid-19 kami sudah lihat, sudah dilakukan dengan benar, ” introduksi Dasco usai menginspeksi Terminal 3 Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, tempat masuknya para pekerja migran Indonesia sebab luar negeri. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (23/5).

Dasco dan timnya lalu bekerja mengecek prosedur keberangkatan di Terminal 2 dan Terminal 3 pribumi. Di Terminal 2, mereka menjumpai seorang pramugari pesawat Garuda Nusantara bernama Audina yang sedang melakukan pemeriksaan bagasi atas koper bawaannya.

Mereka pun lekas menghampiri Audina untuk menanyakan mengenai penerbangan domestik yang akan dilakukannya.

Audina mengatakan bahwa Garuda Indonesia tetap melayani penerbangan domestik meski mengurangi frekuensi terbangnya.

“Masih ada (pelayanan penerbangan) ke beberapa kota, saja untuk frekuensinya kami sudah kurangi sedikit, sih, Pak, ” logat Audina.

Wanita tersebut mengaku baru hari ini mendapat jadwal terbang karena bergiliran secara pramugari yang lain. Terakhir, Audina terbang pada bulan April.

Dasco kemudian bertanya dengan jalan apa protokol yang berjalan di pesawat saat penerbangan.

Audina menjawab bahwa Garuda Nusantara telah menerapkan sejumlah aturan melindungi jarak untuk pencegahan penularan Covid-19.

Pertama, untuk banjar kursi yang jumlahnya ada 3, kursi yang di tengah bakal dikosongkan oleh pramugari yang bertugas.

Selanjutnya, posisi pengikut juga dibuat selang-seling dan berseberangan satu baris.

Dengan protokol demikian, menurut Dasco, nyata Garuda Indonesia sudah siap menerima penumpang apabila pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah berakhir.

“Saya pikir apa dengan sudah ada ditingkatkan saja, dan tetap berjalan seperti yang sudah ada sekarang. Saya pikir hari ini sudah bagus protap-protapnya, ” kata Dasco.

Dasco meminta maskapai penerbangan yang asing untuk menerapkan protokol penerbangan dengan serupa. Dengan demikian, Bandara Soekarno Hatta siap untuk menjalankan peristiwa new normal.

“Namun, perlu diantisipasi lagi jumlah sejak penumpang pesawat yang akan pergi atau kembali. Dengan demikian, bisa dikalkulasi jumlah petugas dan total check point yang perlu disiapkan untuk pengecekan kesehatan atau pengecekan administrasinya, ” ujar Dasco. [lia]