Satgas: Kasus Aktif Covid-19 di RI Rendah Karena Tes Masih dalam Bawah Target

Merdeka. com – Kasus Covid-19 di Indonesia menyentuh 282. 274 pada Selasa (29/9). Dari jumlah tersebut, ditemukan kasus aktif sebanyak 61. 236 atau 21, 6 persen.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan jumlah kasus aktif tersebut memang terbilang cukup rendah bila dibandingkan dengan negara lain. Namun, perlu diakui bahwa jumlah tes dan tracing di Indonesia masih rendah. Siap, kata Wiku, rendahnya jumlah peristiwa aktif tidak menjamin bahwa peristiwa Covid-19 di Indonesia juga sedikit.

“Rendahnya persentase sama kasus Covid yang aktif Indonesia karena pemerintah Indonesia juga sedang rendah dalam melakukan testing dan tracing, ” ujar Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan di akun youtube Sekretariat Presiden, Selasa (29/9).

Persentase testing di Indonesia, kata Wiku, sedang di bawah target yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). WHO menetapkan jumlah testing 1/1000 dari jumlah penduduk per minggu. Sehingga, Indonesia seharusnya mampu menyelenggarakan 267. 000 tes per minggu atau 38. 000 tes mulai hari.

Pada hari ini, jumlah tes di Indonesia 37. 158. Sebenarnya, jumlah tes beberapa minggu belakangan ini telah cukup baik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya yang kerap kali di kolong 30 ribu.

Walaupun jumlah tes naik, namun Resi mengatakan bahwa masih ada disparitas tes di Indonesia. Sehingga, kenaikan jumlah tes tersebut tidak bermakna jumlah tes di setiap daerah juga naik. Hanya ada 5 provinsi yang jumlah tesnya telah di atas standar WHO.

“Meskipun testing kita masih belum mencapai target WHO, namun ada 5 provinsi yang sudah melakukan tes di atas penumpu WHO, ” ujarnya.

Dia berharap, ke depannya 5 provinsi tersebut bisa mempertahankan jumlah tes yang sudah di pada standar WHO. Sebab, kelima provinsi itu sangat berkontribusi terhadap jumlah kasus aktif di Indonesia

“Semoga 5 provinsi itu tidak akan turun (jumlah tesnya). Angka terus didorong menjadi lebih baik. Hal ini akan berkontribusi terhadap rendahnya kasus aktif di Indonesia karena treatment berikutnya adalah merawat mereka. Sehingga potensi kesembuhannya juga akan meningkat, ” ujarnya.

Kelima provinsi yang jumlah tesnya tinggi yaitu DKI Jakarta , 3. 084 tes per 1 juta penduduk, Kalimantan Timur 2. 154 tes, Yogyakarta 1. 198, Sulawesi Utara 1. 197, dan Kalimantan Selatan 1. 128 per utama juta penduduk. [ded]