Satgas: Vaksin Bukan Jaminan Penuntasan Pandemi Covid-19 di Indonesia

Merdeka. com – Indonesia saat ini sedang berupaya mengembangkan vaksin penangkal virus corona (Covid-19). Namun, pemerintah menguatkan bahwa vaksin bukanlah jaminan mengakhiri pandemi Covid-19 di tanah tirta.

“Jadi vaksin ini sekali lagi bukan satu-satunya garansi keberhasilan penuntasan pandemi Covid-19 dalam Indonesia, ” ujar Juru Cakap Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis 8 Oktober 2020.

Menurut dia, vaksin merupakan salah satu bentuk intervensi medis untuk memperkuat imunitas masyarakat di tengah pandemi. Kendati begitu, program vaksinasi harus diikuti oleh kesadaran masyarakat dalam mengindahkan protokol kesehatan.

Berangkat dari, memakai masker, mencuci lengah dengan sabun, menjaga jarak aman, hingga menghindari kerumunan. Jika kelompok disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan tubuh, Wiku meyakini upaya mengakhiri pandemi akan lebih mudah dilakukan.

“Tanpa adanya pendisiplinan bangsa terhadap protokol kesehatan, maka jalan penumpasan pandemi Covid-19 ini akan sangat sulit dilakukan, ” jelas dia.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Kerangka Penanggulangan Pandemi Covid-19. Perpres itu diteken Jokowi pada Senin, 5 Oktober 2020.

Mengenai pengadaan vaksin Covid-19 terdiri sejak, penyediaan vaksin dan peralatan pembantu serta logistik yang diperlukan. Lalu, distribusi vaksin Covid-19.

Proses pengadaan vaksin dilakukan Lembaga Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Bio Farma. Sementara itu, jenis dan jumlah untuk pengadaan vaksin corona akan ditetapkan oleh Gajah Kesehatan.

Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 dilakukan oleh Kementerian Kesehatan tubuh. Dalam hal ini, Kemenkes menetapkankriteria dan prioritas penerima vaksin, pengutamaan wilayah penerima vaksin, jadwal dan tahapan pemberian vaksin, serta kaki pelayanan vaksinasi.

Jokowi sendiri menargetkan vaksin dapat disuntikkan ke masyarakat pada akhir 2020 atau awal 2021. Indonesia hidup sama dengan perusahaan asal China, Sinovac untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Vaksin ini sudah memasuki tahap uji klinis fase III sebelum diproduksi besar-besaran.

Selain Sinovac, Indonesia juga bekerja sesuai dengan perusahaan medis, G42 dengan berpusat di Uni Emirat Arab. Vaksin dari G42 tengah melakukan uji klinis tahap ketiga pada Uni Emirat Arab.

Di sisi lain, pemerintah tengah mengembangkan vaksin buatan dalam negeri yang dinamai vaksin merah putih. Vaksin ini diperkirakan rampung di pertengahan 2021.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6. com

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak

Mari Bersama Cegah Penyaluran Virus Corona [bal]