Satpol PP DKI Tindak 37. 863 Pelanggaran Masker dengan Denda Rp384 juta Selama PSBB

Merdeka. com – Kepala Satuan Polisi Pamong Negeri (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin menyatakan sebanyak 37. 863 orang melakukan pelanggaran tidak menggunakan masker era pelaksanaan PSBB pengetatan atau semenjak 14 September hingga 11 Oktober 2020. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35. 525 orang melaksanakan hukuman kerja sosial dan 2. 338 orang membayar denda.

“Denda yang dibayarkan atas pelanggaran masker ada Rp384. 345. 000, ” kata Arifin saat dihubungi, Senin (12/10).

Lulus untuk penindakan rumah makan maupun restoran sebanyak 845 telah diberikan tindakan. Sebanyak 65 di antaranya dikenakan denda, 554 tempat jalan ditutup sementara selama 3×24 jam, dan 226 mendapatkan teguran tertulis.

Kemudian untuk wadah kerja, sebanyak 159 dikenakan sanksi, empat membayar denda, dan 66 mendapatkan teguran tertulis. “Untuk dam rumah makan, yang dibayarkan ada Rp85. 100. 000. Sedangkan tempat kerja atau kantor Rp8. 000. 000” ucapnya.

Kalau diakumulasi sejak pelaksanaan PSBB kompensasi pelanggaran yang diterima Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp4 milliar. “Sehingga secara keseluruhan dari awal PSBB di bulan April 2020 sampai dengan 11 Okt 2020, dam yang dibayarkan ada Rp4, 887 miliar, ” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memberlakukan Pembatasan Baik Berskala Besar (PSBB) Transisi, tiba 12 – 25 Oktober 2020.

Kata dia, pengamalan PSBB transisi berdasarkan pada kaum indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS rujukan Covid-19.

“Yang terjadi selama satu bulan tersebut adalah kebijakan emergency brake (rem darurat) karena sempat terjadi pengembangan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan. Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut dengan perlahan, secara bertahap, ” introduksi Anies.

Mantan Gajah Pendidikan dan Kebudayaan tersebut meminta agar kedisiplinan protokol kesehatan kudu tetap tinggi. Sebab hal tersebut untuk mengendalikan mata rantai transmisi.

Reporter: Ika Defianti [ray]