Seminggu Diberlakukan ETLE, 2. 059 Pelanggaran Lalu Lintas Berlaku di Jambi

Merdeka. com – Sejak diberlakukan tilang elektronik secara resmi 23 Maret 2021 hingga saat ini, sudah tercatat ada 2. 059 pelanggaran yang didominasi oleh pengemudi roda empat tak mengenakan sabuk pengaman.

Kasat Lantas Polresta Jambi Kompol Doni Wahyudi mengatakan pelanggaran tersebut didominasi oleh pengemudi roda empat yang tidak memakai ikat pinggang gesper pengaman atau safety belt dan menerobos lampu merah, sedangkan sisanya pelanggaran bermain handphone saat berkendara beserta pengendara sepeda motor dengan tidak mengenakan helm.

Namun, ribuan pengingkaran yang berhasil direkam itu tidak seluruhnya dikenakan sanksi tilang atau dikirim surat konfirmasi tilang ke sendi pelanggar. Operator yang berharta di Traffic Management Control (TMC) Satlantas Polresta Jambi terlebih dahulu melakukan validasi, terkait jenis pelanggaran dan memverifikasi pelanggaran.

“Setelah CCTV Elektronik Traffic Law Enforcement (ETLE) ana merekam pelanggaran, maka operator akan melakukan verifikasi apakah benar itu sebuah pelanggaran atau tidak, ” cakap Doni, dilansir Antara, Rabu (31/3).

Setelah hasil verifikasi keluar, macam mobil dan jenis pelanggaran sudah terbukti, barulah pihaknya kirimkan surat konfirmasi penilangan.

Sejauh tersebut dari 2. 059 pelanggar, petugas baru mengirim 100 surat konfirmasi penilangan ke alamat rumah pelanggar, meniti Kantor Pos. Dari pantauan dari ruang TMC Satlantas Polresta Jambi, perempatan traffic light di Jelutung, menjelma titik yang paling penuh terjadi pelanggaran.

Selain itu, penegakan patokan tilang elektronik akan dikenakan denda sesuai jenis pelanggaran yang diatur Undang-Undang Cetakan 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Pikulan Jalan. Saat melakukan pengingkaran, kamera ETLE akan menangkap gambar kendaraan bermotor yang melanggar aturan lalu lintas. [eko]