Sepinya Rapat Paripurna Interpelasi Anies Baswedan Terkait Formula E

Merdeka. com – DPRD DKI Jakarta mengagendakan rapat lengkap terkait penyampaian penjelasan anggota dewan pengusul secara lisan atas hak usulan interpelasi Formula E. Namun, kerap yang seharusnya dimulai di dalam pukul 10. 00 WIB itu hingga pukul 11. 41 WIB belum pula dimulai.

Bersandarkan informasi yang dihimpun lepas. com, masih banyak kursi anggota dewan yang ringan. Belum lagi, dari lima pimpinan dewan baru Pemimpin DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi saja yang hadir. Sementara keempat wakil ketua belum menandatangani mangkir.

Dari Fraksi PDIP , belum semua anggotanya mengesahkan absen kehadiran rapat sempurna. Dari 25 anggota bagian, baru sekitar 13 karakter yang telah menandatangani bolos. Sementara itu, dari bagian PSI, baru 3 orang yang menandatangani absen dibanding 8 anggotanya.

rapat paripurna formula e sepi

©2021 Merdeka. com

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyatakan pihaknya bakal tetap menggelar rapat paripurna hak interpelasi penyelenggaraan balap mobil listrik atau Metode E pada Selasa (28/9). Dalam penyelenggaraan rapat sempurna tersebut akan menentukan kelanjutan hak interpelasi untuk pemanggilan Gubernur DKI Anies Baswedan.

“Yang istimewa kuorum dulu 50+1 zaman internal dewan sendiri jika emang enggak setuju sungguh enggak papa dia keluar (7 fraksi penolak interpelasi), ” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (28/9).

Politikus PDI Perjuangan itu meminta agar para fraksi penolak hak interpelasi sanggup hadir dan dapat memberikan pendapatnya. Sebab interpelasi adalah hak dari setiap bagian dewan.

Tempat mengungkapkan, wakil ketua DPRD termasuk dalam tujuh fraksi yang menolak adanya interpelasi Formula E dan tak menandatangani adanya penjadwalan kerap paripurna.

“Sekali lagi jangan buat kongres jalanan kalau dia cakap aturan tatib ayo berlarut-larut tandatangan para pimpinan tanpa membuat kita orang kongres menjadi pembodohan, ” ujarnya.

“Kalau dia mau dateng debat pada situ (rapat paripurna) jangan debat di luar ini parlemen, ” tutup Prasetio.

Sebelumnya, Pengantara Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik bersama tujuh fraksi penolak adanya sah interpelasi menyatakan pembahasan melanggar rapat paripurna interpelasi Formula E bukanlah agenda formal.

Dia mengecap agenda tersebut merupakan colongan dari rapat Badan Musyawarah (Bamus) yang dilakukan di dalam Senin (27/9).

“Kami Wakil Ketua DPRD kemudian tujuh fraksi ingin menyampaikan agenda colongan dengan dilakukan oleh saudara ketua (Prasetio Edi) dalam rapat Bamus tadi. Agenda bamus tadi sebetulnya membahas tujuh kegiatan di luar rapat paripurna interpelasi, ” kata pendahuluan Taufik di kawasan Jakarta Pusat, Senin (27/9).

Menurut Taufik, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi sengaja memasukan jadwal paripurna untuk hak interpelasi. Lanjut dia, hal tersebut melanggar tata tertib DPRD DKI Jakarta.

Karena hal itu, politikus Gerindra tersebut meminta supaya pihak Pemprov DKI tidak hadir dalam penyelenggaraan kerap paripurna. [fik]