Serahkan Sertifikat PTSL ke Warga, Anas Berpesan Tentukan Skala Prioritas

Merdeka. com – Tumenggung Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kembali melangsungkan safari menuntaskan penyerahan sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL). Kali ini, sebanyak 500 sertifikat dibagikan ke masyarakat Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo.

Usai penyerahan surat, Anas berpesan, agar masyarakat bisa menekan gaya hidup yang berlebihan di tengah pandemi Corona (Covid-19) dengan tidak mudah menggadaikan sertifikat tanah.

Di tengah situasi yang serba sulit, Anas mengatakan, skala prioritas di tengah keluarga perlu dipikirkan, khususnya untuk memperkuat roda perekonomian, namun jangan sampai menggadaikan sertifikat tanah hanya untuk meningkatkan gaya hidup.

“Selamat kepada bapak ibu yang sekarang telah resmi memiliki surat tanah secara sah. Suruhan saya, tentukan skala prioritas. Seandainya butuh modal untuk usaha, sertifikat ini memang bisa menjadi tanggungan di bank. Kalau memang tidak terlalu butuh dana, mending disimpan dengan baik, ” kata Anas, melalui keterangan tertulis, Jumat (20/11).

Dalam kesempatan tersebut, Anas juga meminta kepada warga agar mensosialisasikan program PTSL tersebut ke warga lain yang belum mempunyai sertifikat.

“Mungkin ada warga yang belum, bisa diberitahu dan bisa dihubungkan dengan desa untuk difasilitasi, ” ujarnya.

bupati anas serahkan sertifikat ptsl ke warga

©2020 Merdeka. com

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi, Damar Galih Widihasta mengatakan penyerahan sertifikat tersebut sebagai kelanjutan dari penyerahan brevet PTSL yang beberapa waktu berserakan diserahkan secara serentak se-Indonesia. Jumlah sertifikat PTSL di Banyuwangi dengan sudah siap 12. 062 brevet.

“Saya berharap brevet ini bisa bermanfaat untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya mendukung kegiatan perekonomian bapak ibu. Silakan disimpan serta bila memungkinkan bisa dimanfaatkan dengan baik, ” tutur Damar.

Sementara itu, raut wajah gembira tampak dari para penerima sertifikat tanah tersebut. Tuminingsih, masyarakat Dusun Curahpecak, Desa Purwoharjo, mengiakan sudah sejak kecil tinggal di rumah yang tidak memiliki surat tanah.

“Rumah dengan saya tinggali sekarang adalah peninggalan orang tua. Dari dulu juga nggak ada surat tanahnya. Alhamdulillah sekarang sudah punya sertifikat, ” katanya.

Selain menyerahkan sertifikat PTSL, Anas juga menganjurkan insentif guru ngaji yang langsung diberikan secara bertahap. Insentif instruktur ngaji yang diberikan Pemkab Banyuwangi di tahun 2020 berjumlah Rp 7, 5 miliar, kepada 10. 714 guru.

Kala ini, giliran 182 guru ngaji di Purwoharjo yang masing-masing mendapatkan Rp 700 ribu plus sembako. Kemudian 358 guru ngaji dalam Kecamatan Tegaldlimo dan 640 tutor ngaji di Cluring.

Reporter: Mohammad Ulil Albab [hhw]