Soal Kampanye Pakai Masker, Pemimpin & Tontonan Harus Jadi Contoh Bagi Masyarakat

Merdeka. com – Kasus positif corona dengan masih tinggi membuat Pemerintah akan mengkampanyekan secara masif penggunaan kedok di seluruh Indonesia. Bahkan Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan tulisan edaran untuk mendorong daerah yang belum menyusun peraturan wajib memakai masker untuk membuat aturan kewajiban memakai masker bagi masyarakat beserta sanksi jika tidak mematuhi petunjuk itu. Walau idealnya kampanye menggunakan masker secara masif ini dilakukan di awal-awal pandemi, tetapi aksi masif ini harus di bawa seluruh masyarakat.

Bagian DPD RI Fahira Idris melahirkan, walau menjadi protokol kesehatan pokok dan paling utama untuk menghalangi penyebaran virus corona, tetapi kedisiplinan menggunakan masker saat berada di luar rumah masih belum sepenuhnya dijalankan masyarakat. Tentunya, banyak ciri yang menyebabkan kedisiplinan mengenakan kedok belum maksimal salah satunya adalah pengaruh dari apa yang dilihat masyarakat sehari-hari.

Anggota DPD RI Fahira Idris ©2020 Merdeka. com

Menurut Fahira, suasana pandemi ini kudu lebih dialirkan ke masyarakat biar kesadaran meningkat. Salah satu caranya adalah para pemimpin di manapun, kapanpun, dan dalam situasi apapun harus mengenakan masker secara tertib dan benar terlebih saat diliput atau tampil di media kawula. Ini penting untuk menjadi meniru bagi publik.

“Jika ingin kampanye masker ini jadi, para pemimpin, pejabat publik terlebih yang kerap tampil di jalan massa harus konsisten mengenakan masker yang baik dan benar yaitu menutup hidung dan mulut biar publik mencontoh. Para pemimpin yang konsisten memakai masker secara bagus dan benar juga akan mengalirkan pesan bahwa kita masih pada situasi pandemi, ” ujar Fahira Idris, di Jakarta (7/8).

Selain itu, pengaruh tayangan atau tontonan yang disaksikan publik setiap hari terutama lewat layar kaca juga harus dimanfaatkan untuk mengingatkan publik bahwa mengenakan masker saat ini sudah sama wajibnya secara kita mengenakan busana sehari-hari. Idealnya, berbagai tayangan televisi terlebih rencana hiburan misalnya bincang-bincang yang membawa para publik figure atau artis diharapkan sedapat mungkin konsisten mengenakan masker atau pelindung wajah. Ini agar publik luas, secara tepat maupun tidak langsung tergerak hatinya untuk juga mengenakan masker kalau beraktivitas.

Anggota DPD RI Fahira Idris ©2020 Merdeka. com

“Kalau tiap hari publik menyaksikan tayangan serta melihat publik figure kerap mengenakan masker kemungkinan besar akan timbul kesadaran akan pentingnya mengenakan masker. Cara-cara kampanye dengan memberikan contoh itu akan lebih efektif dari di dalam metode kampanye yang menyuruh atau memerintah, ” ujar Senator pokok Jakarta ini.

Selain itu, kampanye masker bukan hanya soal kewajiban memakai masker selalu. Menurut Fahira ini juga soal bagaimana memakai masker yang indah dan benar dan cara biar kebersihan masker tetap terjaga. Karena percuma jika tiap hari mengenakan masker tetapi caranya salah (tidak menutupi hidung dan mulut) ataupun kebersihan masker tidak terjaga.

Seiring dengan kampanye kedok ini, perlu juga terus diedukasi bahwa masker kain yang baru dibeli atau didapat harus dicuci terlebih dahulu dan setelah dipakai kudu dicuci secara berkala. Selain itu memastikan tangan bersih sebelum memiliki masker juga perlu disampaikan langsung menerus. Informasi bahwa idealnya masker kain harus diganti setiap 4 jam sekali agar tetap terjaga kebersihannya juga menjadi kampanye yang penting mengingat masih minimnya pengetahuan publik soal ini. [hhw]