Soal Rapid Test untuk Warga Sekolah, Ini Kata Ketua Gugus Tugas Covid-19

Merdeka. com – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan pihaknya bersama Kementerian Kesehatan siap menggelar rapid test hingga PCR test terhadap warga sekolah. Ini berkaitan dengan pemberian izin kepada institusi di zona hijau menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

Tetapi, katanya, rapid test tidak mungkin dilakukan terhadap semua warga sekolah. Melainkan hanya sampel beberapa siswa yang diambil.

“Kalau untuk sampel beberapa siswa, sangat mungkin. Kami, Pak Menteri Kesehatan tentu dengan senang hati menyimpan sejumlah perlengkapan rapid test termasuk mungkin sewaktu-waktu dilakukan PCR test. Tetapi kalau semua warga dilakukan rapid test rasanya tidak mungkin, ” ujar dia, dalam webinar, Senin (15/6).

Dia menjelaskan, rapid test terhadap seluruh warga sekolah membutuhkan biaya yang besar. Lantaran mahalnya biaya untuk rapid menggelar rapid test.

“Karena biayanya pasti sangat mahal karena jumlah yang harus dites, semakin banyak dengan biaya yang sangat besar, ” terang Doni.

Karena itu, mantan Danjen Kopassus ini mengatakan, pihaknya akan tetap membuka kemungkinan menggelar rapid test kepada warga sekolah. Namun tindakan itu dilakukan dengan berbagai pertimbangan dan tidak bisa mencakup semua warga sekolah.

“Jadi sekali lagi. Kita bantu tetapi tidak mungkin semuanya dan ini pilihan-pilihannya kepada daerah tertentu. Kira-kira demikian, ” tandas dia. [lia]