Tak Mampu Bayar Sewa, 10. 000 Warteg Pindah dari Jakarta Sejak PSBB

Merdeka. com – Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara), Mukroni mengungkapkan, mulai terjadinya tren migrasi Warteg ke sebesar daerah penyanggah ibukota. Menyusul kian tak terjangkaunya kemampuan pelaku bisnis kecil untuk membayar tempat sewa usaha di lahan ibu praja.

“Kondisi saat tersebut jelas temen-temen warteg mulai pengganggu membayar sewa di Jakarta . Ini mengakibatkan penuh yang melipir ke wilayah kira-kira Jakarta, kaya Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) karena nilai sewa yang lebih murah, ” ujar dia saat dihubungi Mandiri. com, Kamis (12/11).

Dia mencatat, hingga saat ini total ada 10. 000 warteg atau sekitar 25 persen dengan mulai meninggalkan ibu kota semenjak PSBB jilid I diterapkan. Sebab, kebijakan tersebut ditengarai sebagai pengantara turunnya jumlah pelanggan secara drastis.

“Karena kan orang dibatasi untuk aktivitas di sungguh. Kaya kantor tutup, mal tutup, dan tempat yang banyak karyawannya juga dibatasi operasionalnya. Akhirnya konsumen juga ga ada, ” paparnya.

Sedangkan, biaya wadah usaha sewa tetap harus dibayarkan secara penuh oleh pemilik warteg di Jakarta. Adapun nilainya berpindah antara Rp80 juta – Rp100 juta untuk satu tahun sewa.

“Ini kan suram untuk kita-kita penuhi. Maka praja di Bodetabek itulah yang saat ini diburuh pemilik warteg. Kan buat sewa satu tahun rata-rata Rp25 juta, jadi jauh lebih hemat, ” paparnya.

Oleh karena itu, Mukroni memprediksi gaya migrasi warteg ke wilayah Bodetabek akan semakin meningkat kedepannya. Menetapi ini sebagai salah langkah melindungi untuk menyelamatkan kelangsungan usaha.

“Cara ini untuk menetap aja supaya ada kegiatan biar jalan usahanya. Karenakan kondisi ekonomi juga belum pasti, ” tukasnya. [azz]