Terjadi Penularan Covid-19, Pasar Umum Galiran di Klungkung Ditutup 3 Hari

Merdeka. com awut-awutan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwitra akhirnya menjemput keputusan untuk menutup sementara Pasar Umum Galiran selama tiga hari. Penutupan dimulai dari Senin (22/6) hingga Rabu (24/6). Keputusan itu, diambil saat Bupati mengadakan kerap di ruang rapat Kantor Tumenggung Klungkung, Bali, Jumat (19/6).

Bupati Suwitra menyampaikan, terkait penutupan Pasar Umum Galiran dilakukan sebagai langkah untuk memutus penyaluran wabah virus Covid-19, dimana kecil ini telah mengalami peningkatan yang begitu pesat.

“Pasar akan kami tutup sementara selama tiga hari. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk memutus penyaluran virus corona, ” kata Suwitra.

Suwitra juga memberikan, pihaknya mengamati penyebaran Covid-19, sebagian besar sekarang terjadi di Rekan Umum Galiran.

“Pasar kita akan disinfektan total setiap hari selama tiga hari lalu pembenahan sirkulasi, gang-gang kita akan buka semua dan tidak ada barang, sehingga ketika kita kembali nantinya membuka normal pasar tersebut antar penjual dengan pembeli jaraknya bisa terjaga dengan baik, ” imbuhnya.

Selain tersebut Suwitra menyampaikan, langkah berikutnya yang akan dilakukan pihaknya akan menyiapkan infrastruktur mulai dari sarana prasarana di pasar dari tempat wastafel cuci tangan maupun penyemprotan awahama. Langkah yang paling penting hendak lakukan rapid test massal dalam pasar.

Karena, lantaran total keseluruhan pedagang dan pekerja sebanyak 1. 700 akan dikerjakan tiga tahap rapid test secara jumlah 500 per rapid test sisa lagi 200 sudah pada rapid test.

Menurutnya, rapid test itu diberlakukan kepada seluruh para pedagang tetap. Lalu, untuk para pedagang tidak langgeng yang membawa mobil atau berawal dari luar Klungkung tidak hendak dilakukan rapid test di Klungkung dan diminta untuk melakukan rapid test di daerah mereka per.

“Di saat dikerjakan rapid test agar semuanya siap khususnya para pedagang tetap. Kalau tidak memiliki surat keterangan rapid termasuk pedagang luar dari Kabupaten Klungkung kita tidak akan memberikan jualan di pasar, ” ujar Suwitra. [rhm]