Terjaring Operasi Yustisi, Dua Tempat Hiburan di Cilandak Disegel

Mandiri. com – Polsek Metro Kebayoran Baru bersama Satpol PP dan personel tiga asas lainnya melakukan Operasi Yustisi bersama pihak Kelurahan, Kecamatan, serta Satpol PP pada sejumlah lokasi. Hal dilakukan selama kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberlakukan.

Kasat Penuh PP DKI, Arifin mengutarakan, saat melakukan razia atau Operasi Yustisi tersebut sebesar dua tempat hiburan dilakukan penyegelan yakni Cafe 98 dan TORY Bar, Cilandak, Jakarta Selatan.

“Pelaku usaha pertama sanksi denda sebesar Rp50 juta. Kemudian sanksi penutupan secara permanen ya selama belum diperbolehkan bar buka, maka tidak boleh buka, lekas urus izin-izinnya kepada pelaku usahanya, ” katanya kepada wartawan, Minggu (12/9).

“Kemudian minuman-minuman beralkohol kita sedang lakukan membagi berapa jumlahnya, kemudian mau dilakukan penyitaan untuk dilakukan proses lebih lanjut, ” sambungnya.

Arifin menegaskan, penutupan tempat daya itu dilakukan karena diduga tidak mempunyai surat perizinan. Sehingga, tempat tersebut belum diperbolehkan untuk beroperasi.

“Tetap kita menutup ya (selama corona di Indonesia), karena perizinannya tidak ada kemudian bar ini belum boleh buka. Oleh sebab itu selama belum diperbolehkan sibak, bar ini belum boleh dibuka, ” tegasnya.

Diketahui, untuk TORY Bar dilakukan penyegelan serta ditutup selama PPKM level 3 dan tindakan administratif. Lalu, untuk Cafe serta resto 98 dilakukan kesibukan penyegelan dan ditutup secara permanen.

Tatkala itu, Kapolsek Kebayoran Anyar AKBP Febri Isman Jaya menjelaskan, untuk Sabtu suangi di wilayah hukumnya lulus padat. Terutama di negeri Blok M Plaza & Bulungan, Jakarta Selatan.

“Malam minggu lulus padat, apalagi wilayah Kelompok M Plaza, Bulungan serta sekitarnya dan Alhamdulillah saya dari tiga pilar sudah melaksanakan mulai dari jam 21. 00-06. 00 WIB, ” ungkapnya.

Tak hanya melakukan razia terhadap sejumlah tempat jalan saja, petugas juga melaksanakan penindakan terhadap kendaraan roda dua yang dianggap sudah melanggar ketentuan.

“Selain kami mengimbau umum yang masih nongkrong buat membubarkan diri, kami pula melakukan razia terhadap instrumen yang kami nilai tak memiliki identitas kendaraan yang lengkap, ” ucapnya.

“Tadi lihat sendiri ada dua unit awak bawa ke Polsek, ana imbau kalau ada surat-surat, motor silahkan diambil & silahkan ambil di Polsek. Tadi sementara baru kami amankan dua unit, ” tutupnya. [fik]