Tersua Pesta Sabu Bersama Puak, ASN Setda Sumsel Diringkus Polisi

Merdeka. com – Seorang aparatur sipil negara (ASN) dalam Sekretariat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Najamudin (46) tepergok sedang melakukan pesta sabu bersama anggota keluarganya. Dia pun terancam dipecat jadi ASN karena ancaman hukumannya 12 tahun penjara.

Anggota keluarga Najamudin yang turut diringkus adalah keponakannya bernama Reza Wahyudi (22), adik ipar Rizki Wahyudi (27), dan puak dekatnya, Rasman (29). Tiga pelaku sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan.

Mereka ditangkap sedang menggunakan sabu di rumah satu diantara pelaku di Lorong Angsana, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, Minggu (20/6) malam. Barang tanda yang diamankan petugas berbentuk satu paket kecil sabu, bong, pirek, korek suluh, dan sekitar 10 plastik sabu dengan paket kecil transparan.

Simpulan Najamudin mengaku mendapatkan sabu dengan cara dibeli patungan bersama tiga keluarganya seharga Rp200 ribu. Mereka kendati menggelar pesta sabu dalam rumah tersangka Rizki.

“Yang beli sabu Rasman, kami menunggu pada rumah. Waktu kami pakai polisi datang menggerebek, ” ungkap tersangka Najamudin dalam Mapolsek Sukarami Palembang, Kamis (24/6).

Dia mengakui berstatus sebagai ASN yang bertugas di Tata laksana Biro Humas dan Adat Setda Sumsel. Dia berdalih belum lama mengonsumsi sabu dan jarang dipakai beriringan para tersangka yang asing.

“Kami benar keluarga, tapi jarang memakai sama-sama, ” kata dia.

Kanit Reskrim Polsek Sukarami Palembang Iptu Denny Irawan mengungkapkan, para tersangka tak dapat mengelak lagi karena diciduk era mengonsumsi sabu. Lebih-lebih bahan bukti sudah cukup buat memproses secara hukum.

“Salah satu tersangka benar adalah ASN dalam Pemprov Sumsel, tiga simpulan lain buruh, ” ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pencetus 112 Ayat (1) huruf an Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika. Ancaman hukumnya minimal empat tahun penjara serta paling lama 12 tahun penjara. [gil]