Tidak Kantongi Izin, Pesta Pernikahan di Makassar Dibubarkan Polisi

Merdeka. com – Pesta pernikahan yang digelar warga di Jalan Pampang dibubarkan aparat Polsek Panakkukang, Makassar , karena tidak memiliki izin keramaian dari kepolisian maupun Tim Satgas Covid-19 Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, pembubaran kegiatan yang menimbulkan kerumunan karakter akan terus dilakukan jika benar itu tidak memiliki izin keramaian.

“Penularan Covid-19 di Sulsel khususnya di Makassar itu peningkatannya cukup signifikan, dan perlu kesadaran bersama untuk mematuhi adat kesehatan agar kita semua mampu terhindar dari penularan, ” kata pendahuluan Ibrahim Tompo, Kamis (241/12). Dikutip dari Antara.

Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan nilai penyebaran virus corona baru itu di Sulsel masih mengalami pengembangan selama dua pekan terakhir, serta bahkan masuk dalam jajaran lima provinsi angka penularan tertinggi.

“Tidak ada izin pesta dan kami pasti akan membatalkan jika ada kerumunan karena tersebut berpotensi menularkan Covid-19. Kami pastikan segala bentuk keramaian, perizinan buat malam tahun baru misalnya, ataupun kegiatan lainnya tidak akan dikeluarkan Polda Sulsel, ” katanya.

Kapolsek Panakkukang Kompol Jamal Fathur Rakhman mengatakan, pembubaran pesta pernikahan itu sebagai realisasi Perwali Nomor 51 dan 53 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin serta penegakan hukum protokol kesehatan, jadi upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Salah satu bab di dalam Perwali itu mengatur larangan melakukan kegiatan atau pesta yang mendatangkan banyak orang.

“Kami bubarkan pesta pernikahan awak, mereka melanggar Perwali dan tidak mengantongi izin keramaian dari pihak kepolisian. Pembubaran itu pun saya lakukan dengan cara-cara yang humanis, ” terangnya.

Dia menuturkan, proses pembubaran berlangsung tertib dan aman karena dilakukan secara persuasif. Tuan rumah dan panitia penyelenggara mengakui tidak mengindahkan imbauan pemerintah.

“Alhamdulillah berlaku tertib, tidak ada penolakan dari tuan rumah dan penyelenggara, tamu juga memilih pulang, ” ucapnya. [cob]