Tidak Lagi Gunakan SIKM, Penumpang MORAL Jarak Jauh Tetap Tunjukkan Manasuka Covid-19

Merdeka. com – VP Public Relations KAI Joni Martinus menyatakan syarat naik kereta api (KA) jarak jauh sudah dilonggarkan dengan tidak lagi menyertakan Tulisan Izin Keluar masuk (SIKM). Dia menyebut kebijakan tersebut sudah ditiadakan boleh Pemprov DKI Jakarta mulai Selasa (14/7).

“Mulai keberangkatan Rabu (15/7) syarat SIKM digantikan dengan mengisi Corona Likelihood Metric (CLM) pada aplikasi JAKI, ” kata Joni dalam keterangan pers, Kamis (16/7).

Tempat juga menyatakan masyarakat yang ingin menggunakan KA jarak jauh tetap diminta untuk menunjukkan surat terbuka covid-19 (tes PCR/rapid test) dengan masih berlaku.

Masa fasilitas kesehatan terdekat tidak mempunyai layanan tes Covid-19, masyarakat sanggup menunjukkan surat keterangan bebas isyarat seperti influenza (influenza-like illness). Selain itu masyarakat juga harus menginstal dan mengaktifkan aplikasi peduli lindungi.

“Diharapkan dengan perubahan syarat tersebut, dapat meningkatkan keinginan masyarakat untuk naik kereta sinar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, ” ucapnya.

Sementara itu kata Joni, rata-rata volume harian KA langkah jauh di bulan Juli adalah sebanyak 6. 494 pelanggan bagi hari atau naik 192 tip dibanding rata-rata volume harian pada bulan Juni sebanyak 2. 223 pelanggan per hari.

“KAI akan terus menambah jumlah perjalanan kereta api secara berkala, sebagai komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang ingin bepergian menggunakan kereta api, ” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo membenarkan sudah tidak ada pemeriksaan surat izin keluar masuk (SIKM) di sejumlah lokasi di Jakarta.

“Sejak kemarin (14/7/2020) pemeriksaan SIKM ditiadakan, ” prawacana Syafrin saat dikonfirmasi Liputan6. com, Rabu (15/7/2020).

Sebab hal itu, dia mengimbau agar masyarakat dapat menggunakan JakCLM (corona likelihood metric), yang dapat diakses melalui aplikasi JAKI milik Pemprov DKI Jakarta.

“Kemudian warga yang ada di Jakarta wajib menginstal aplikasi CLM, ” ucapnya.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6. com [eko]