TNI: Banyak Warga Garut Menegah Divaksinasi Karena Termakan Hoaks

Lepas. com – Sejumlah warga pada Kabupaten Garut, saat itu rupanya masih banyak yang menolak untuk divaksinasi Covid-19. Kebanyakan mereka yang menentang karena terjebak informasi buatan atau hoaks.

Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol CZi Deni Iskandar mengungkapkan, sejak Jumat (23/7), pihaknya melakukan serbuan vaksinasi di wilayah selatan Garut. Targetnya, sampai Sabtu (24/7), tercapai 1. 000 karakter warga yang divaksinasi.

“Target warga 1. 000 orang selama dua hari, tapi susah warga situ, aduh repot, dalam enggak mau divaksinasi karena termakan hoaks semua. Maka pada takut divaksin, kecil mati lah, divaksin itu, bikin lumpuh lah, haram lah, jadi susah, ” kata Dandim.

Mereka yang menolak vaksinasi Covid-19, diketahui berprofesi sebagai pekerja di perkebunan sawit, karet, petani, hingga petani penggarap. “Padahal kasihan mereka kalau tidak divaksin Covid-19, tapi merekanya menolak, ” ungkapnya.

Sebelum divaksinasi, menurut Dandim, nyata sudah mendapatkan sosialisasi pentingnya vaksinasi Covid-19 dari Puskesmas setempat. Lebih dari tersebut, perusahaan tempat mereka berfungsi sempat mengeluarkan surat imbauan hingga ancaman pengurangan honorarium kalau tidak divaksinasi.

“Tapi mereka cuai aja, pas kita laksanakan kegiatan tetap saja tidak datang, ” jelasnya.

Dengan adanya perlawanan itu, Dandim menyebut bahwa pikanya akan melakukan pendekatan secara personal melalui para-para Babinsa kepada warga dengan menolak. Pendekatan personal menurutnya menjadi pilihan terbaik dibanding komunal.

“Enggak bisa kalau pendekatan segenap langsung disosialisasikan, orang bahkan ketakutan. Babinsa akan menyelenggarakan pendekatan lebih jauh secara pribadi mereka dibina masing-masing. Kalau nggak begitu repot, mindsetnya sudah tidak sedia divaksin, ” sebutnya.

Langkah lainnya, diakui Dandim, pihaknya akan membelok alokasi vaksinasi ke kecamatan lainnya yang warganya bertambah antusias. “Tidak semua masyarakat di wilayah selatan menentang, ada juga yang bergairah. Jadinya vaksinasi ini mau kita alihkan ke daerah lain, di selatan selalu, ” tutup Dandim. [rnd]