Urusan Alat Rapid Test Isyarat, 2 Tersangka Dijerat UU Pencucian Uang

Merdeka. com awut-awutan Perut dari lima tersangka kasus praktik daur ulang jalan rapid test antigen petunjuk yakni PM dan MR, disangkakan melanggar Undang-Undang (UU) No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Hal tersebut dikatakan juru bicara Polda Sumatera Utara, Kombes Penuh Hadi Wahyudi, Selasa (18/5).

“Khusus pada tersangka PM dan MR ditambah pasal UU TPPU atau money laundering, ” ujar Hadi.

Saat ini polisi masih terus menyelidiki aliran pemberian yang didapat para tersangka dari praktik daur kembali alat rapid test antigen bekas.

“Masih didalami seperti adanya fakta kalau PM ada membuat rumah mewah di kampungnya terus diselidiki, ” ungkap Hadi.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan lima orang tersangka yakni PM, DJ, SP, MR & RN yang seluruhnya pegawai PT Kimia Farma Diagnostika.

“Para karakter mendaur ulang stik yang digunakan untuk alat swab antigen. Oleh para pelaku, stik yang sudah digunakan dicuci dan dikemas balik. Kemudian, digunakan untuk melangsungkan tes swab di Bandara Kualanamu, ” ucap Hadi.

Para tersangka itu kemudian dijerat dengan pasal berlapis yakni Perkara 98 ayat (3) Jo pasal 196 Undang-Undang Bagian 36 Tahun 2009 mengenai Kesehatan dengan pidana kurungan paling lama 10 tahun dan denda paling penuh Rp1 miliar.

Lalu, Pasal 8 tulisan (b), (d) dan (e) Jo Pasal 62 bagian (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Pelestarian Konsumen dengan ancaman kejahatan penjara paling lama lima tahun dan denda Rp 2 miliar. [ded]