Wagub Riza Patria Ungkap Strategi Pemprov DKI Antisipasi Pucuk Ledakan Covid-19

Merdeka. com kepala Negeri Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan strategi jika kedudukan ledakan Covid-19 memuncak sangat drastis. Saat ini, kejadian penting menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta adalah menyelesaikan masalah di hulu secara tuntas.

“Kita ini sebagai pemerintah harus menyiapkan segala kemungkinan terjadi, ” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Tanah air, Senin (28/6).

Masalah di hulu taat Riza yakni kedisiplinan asosiasi dalam menjalankan protokol kesehatan. Termasuk menyadarkan masyarakat untuk mengurangi mobilitas pada saat penerapan PPKM Mikro.

Politikus Gerindra itu mengatakan pembenahan permasalahan pada hulu akan jauh bertambah memudahkan penanganan Covid-19 pada Jakarta. Terlebih lagi, imbuhnya, kontribusi kasus dari anak-anak saat ini terjadi pengembangan signifikan. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh warga agar patuh, taat, disiplin berada di rumah, tanpa keluar rumah.

“Terlebih anak di kolong 9 tahun dan orang tua di atas 60 tahun, ” ujar tempat.

Diketahui peristiwa positif Covid-19 di Jakarta pada Senin (28/6) berserang 8. 348 kasus. Penggandaan ini berasal dari tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap 22. 895 orang.

“Dilakukan tes PCR sebanyak 28. 619 spesimen. Dari total tes tersebut, sebanyak 22. 895 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 8. 348 positif serta 14. 547 negatif, ” ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Biro Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia.

Mengenai jumlah kasus aktif dalam Jakarta naik 4. 831 menjadi 62. 126 kejadian. Kemudian, total orang yang telah sembuh dari Covid sebanyak 457. 935 karakter dengan tingkat kesembuhan 86, 7 persen, dan mutlak 8. 348 orang wafat dunia dengan tingkat maut 1, 6 persen.

Selain itu, Dwi mengatakan Dinas Kesehatan DKI juga melakukan tes antigen hari ini sebanyak 3. 041 orang dites, secara hasil 707 positif & 2. 334 negatif. Tetapi, hasil tes antigen pasti di Jakarta tidak hadir dalam total kasus nyata karena semua dikonfirmasi kembali dengan PCR.

Dwi juga menyebut, tren kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun masih berserang. Sebanyak 13 persen daripada penambahan kasus hari tersebut 8. 348 merupakan anak di bawah usia 18 tahun, dengan rincian; 917 kasus adalah anak piawai 6 – 18 tarikh dan 327 kasus ialah anak usia 0 kacau 5 tahun.

“Sedangkan, 6. 436 urusan adalah usia 19 berantakan 59 tahun dan 668 kasus adalah usia 60 tahun ke atas, ” ucapnya.

Lebih lanjut, Dwi juga mengirimkan, target tes WHO adalah 1. 000 orang dites PCR per sejuta warga per minggu yang berarti target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10. 645 orang dites per minggu.

“Target itu telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 143. 411 orang dites PCR. Tengah itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 411. 315 mulai sejuta penduduk, ” terangnya.

Untuk positivity rate atau persentase kejadian positif sepekan terakhir pada Jakarta sebesar 34, 4 persen, sedangkan persentase kejadian positif secara total sebesar 12, 1 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%. [gil]